Trending
Bahasa Sunda Bisa Punah Ditinggalkan Penuturnya

Bahasa Sunda Bisa Punah Ditinggalkan Penuturnya

Sabtu, 23 Februari 2019 15:45 Ahmad Mukhlis Tradisi


 

Koropak.co.id - Sastrawan Sunda yang namanya telah melegenda di Tanah Air, Godi Suwarna, memprediksi kelak akan tiba masa di mana Basa Sunda punah ditinggalkan penuturnya. Sudah banyak bahasa ibu yang meregang nyawa di berbagai belahan dunia. Ini mungkin hukum alam, tapi yang utama adalah bagaimana pemilik bahasa indung melestarikannya.

"Saya berjuang puluhan tahun mengenalkan sastra Sunda ke seluruh dunia. Saya sunyi sendirian menggeluti sastra Sunda, tapi saya puas, apresiasi orang luar negeri sangat bagus, " ujar Godi yang akan tampil membacakan Sajak Sunda dalam puncak acara "Mieling Poe Basa Indung Sadunya" di Halaman Seni Cibirubeet, Jalan Cibirubeet, Cileunyi Kabupaten Bandung, Sabtu (23/2/2019).

Menurut Godi, sastra Sunda diterima oleh komunitas bahasa asing. Karena itu, kalau orang Sunda sendiri tidak peduli dengan bahasanya, maka akan cepat waktu kematian Bahasa Sunda.

"Pada tahun 2011, saya tampil di Berlin Arts Festival 2011 dan tampil di Genoa Italia 2017. Para penggemar sastra Sunda di luar negeri sangat antusias. Ini peluang untuk mengembangkan bahasa Sunda, " ujar Godi.

 

 

Koropak.co.id - Bahasa Sunda Bisa Punah Ditinggalkan Penuturnya 1

 

Baca : Optimis Bahasa Sunda Tidak Akan Punah

 

Namun saat pulang ke kampung halaman, Godi mengaku pesimis melihat spirit milenial, mengingat generasi muda yang mau mendalami sastra Sunda sangat sedikit. Banyak anak didik yang tidak kuat menjalani pertapaan sunyi di dunia sastra Sunda. Karir sastrawan Sunda sepertinya kurang dilirik sebagai karir masa depan.

"Padahal Basa Sunda adalah bahasa yang kaya perbendaharaan kata-katanya. Suara hati apapun bentuknya bisa diungkapkan dengan bahasa Sunda. Berbeda dengan bahasa Melayu yang tidak bisa mewakili semua rasa kita," ujar Godi.

Dikatakan Godi, harus ada upaya masif untuk melestarikan bahasa ibu. Adanya pepatah surga di bawah telapak kaki ibu, turut menjadi cerminan bahwa bahwa bahasa ibu adalah bahasa surga.

"Semua pihak harus melakukan gerakan untuk memperlambat kepunahan bahasa ibu. Salah satunya bahasa Sunda yang kini tergeser oleh bahasa Melayu," tutur Godi.*

 

Baca : Upaya Melestarikan Seni Budaya Sunda

 

Berita Terkait