Trending
Kearifan Lokal Mulai Hilang Tanpa Pelestarian

Kearifan Lokal Mulai Hilang Tanpa Pelestarian

Sabtu, 23 Februari 2019 19:46 Ahmad Mukhlis Tradisi


 

Koropak.co.id - Di zaman sekarang, jarang sekali orang yang memiliki rasa cinta terhadap nilai yang diwariskan oleh nenek moyang, seperti adat istiadat, bahasa dan kesenian tradisional. Kearifan lokal yang melimpah hanya sedikit orang yang mengetahuinya.

"Entah karena orang tua yang tidak memberi tahu atau sekolah yang tidak mengajarkannya. Di sisi lain itu juga ada kendala lain,yakni pengaruh atau budaya dari luar negeri yang perlahan-lahan bisa mengikis eksistensi kearifan lokal yang kita punya," ujar Yoga Maulana Sidik, mahasiswa Sastra Sunda Universitas Padjadjaran Bandung saat dijumpai Koropak dalam puncak acara "Mieling Poe Basa Indung Sadunya" di Halaman Seni Cibirubeet, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/2/2019).

 

Koropak.co.id - Kearifan Lokal Mulai Hilang Tanpa Pelestarian 2

 

Baca : Bahasa Sunda Bisa Punah Ditinggalkan Penuturnya

 

Kearifan lokal yang mulai hilang, kata Yoga, yakni kebudayaan dan kesenian dari daerah Sunda. Faktor utamanya, seni dan budaya Sunda sudah jarang digunakan oleh orang Sunda itu sendiri.

"Ada anggapan Basa Sunda itu tidak gaul. Halaman Seni muncul sebagai solusi dari kekhawatiran tersebut dan sedikit demi sedikit mulai membangkitkan eksistensi kearifan lokal," katanya.

Halaman Seni, kata Yoga, adalah rintisan Abah Rizal. Lewat Halaman Seni, Abah Rizal bersama rekan-rekannya memiliki tanggung untuk melestarikan kesundaan.

"Awalnya Halaman Seni berfokus di bidang Basa Sunda, karena bahasa merupakan awal dari segalanya, bahasa merupakan alat komunikasi sesama makhluk hidup. Dari bahasa muncullah kebudayaan, kesenian dan kearifan lokal lainnya yang terus dikembangkan di Halaman Seni Cibirubeet," ujar Yoga.*

 

Baca : Optimis Bahasa Sunda Tidak Akan Punah

 

Berita Terkait