Trending
Kenang Masa Lalu, Lestarikan Seni Sunda

Kenang Masa Lalu, Lestarikan Seni Sunda

Sabtu, 23 Februari 2019 21:03 Dede Hadiyana Tradisi



Koropak.co.id - Puncak acara Hayu Maca yang dihelat dalam memperingati Hari Bahasa Ibu Sedunia, Sabtu (23/2/2019) dimeriahkan dengan penampilan seni Sunda buhun yang kembali disajikan kepada para hadirin yang didominasi warga Cibirubeet, Cileunyi Kabupaten Bandung.

Dalam acara yang dilangsungkan di Halaman Seni Cibirubeet, seni budaya masa lampau, termasuk kaulinan baheula ditampilkan, mulai dari egrang, panahan, hingga debus. Acara diawali dengan penampilan seni tutunggulan.

Tutunggulan merupakan kesenian yang berasal dari teknik menumbuk beras yang sering digunakan orang zaman dahulu. Jika saat ini untuk menyulap padi menjadi beras sangatlah mudah, berbeda dengan zaman dahulu.

 

Koropak.co.id - Kenang Masa Lalu, Lestarikan Seni Sunda 4

 

Para sepuh baheula mesti menumbuk padi, mengeluarkan tenaga demi mendapatkan beras dan menanaknya. Seiring waktu berjalan, Tutunggulan dimodifikasi menjadi sebuah penampilan kesenian yang menarik untuk disajikan. Bahkan, sebelum ada teknologi, Tutunggulan menjadi media untuk memberitahu warga akan adanya hajat atau syukuran, khususnya anak khitanan.

Sementara itu, egrang yang menjadi kaulinan buhun yang paling banyak dimainkan anak-anak, dalam perhelatan bertema "Mieling Poe Basa Indung Sadunya" itu, dilombakan.

Peserta, mulai dari anak hingga dewasa ikut serta berlomba dalam kaulinan egrang tersebut. Selepas egrang, dilanjutkan dengan lomba panahan. Insting dan kesabaran dalam membidik sasaran menjadi kunci dalam menembakkan busur panah mengenai sasaran.

 

Koropak.co.id - Kenang Masa Lalu, Lestarikan Seni Sunda 3

 

Baca : Kearifan Lokal Mulai Hilang Tanpa Pelestarian

 

Beranjak sore, tampil seni debus oleh Sanggar Kagok Negro. Para penampil memainkan golok tajam yang dihunuskan ke bagian tubuh, dan sama sekali tidak tampak terluka. Debus semakin meriah saat salah seorang penampil menembuskan bor ke bagian rahang, lagi-lagi penampil tersebut tidak terluka sedikitpun.

Seakan tidak diberi jeda untuk bernafas, hadirin kembali digebrak dengan aksi penampil yang menusukan batang pohon salak yang penuh duri tajam. Namun masih belum mampu melukai para penampil. Seni debus sendiri menjadi salah satu kesenian Sunda buhun yang melegenda.

Kepada Koropak, Pengasuh Halaman Seni Cibirubeet Manik Maya menuturkan serangkaian seni Sunda buhun yang ditampilkan, bertujuan untuk meramaikan puncak kegiatan Hayu Maca yang digelar sejak Kamis (20/2/2019).

"Serangkaian kegiatan telah digelar sebelumnya, mulai dari Pasanggiri Maca Sajak, Pasanggiri Ngadongeng, dan Lomba Kaulinan Baheula. Sementara di acara puncak, akan digelar Sarasehan Basa, Simulasi Hayu Maca, serta Pameran dan Pagelaran Seni," kata Manik.*

 

Baca : Hindari Kepunahan Tingkatkan Literasi Basa Sunda

 

 

Berita Terkait