Trending
Inilah Rangkaian Perayaan Pra-Nyepi

Inilah Rangkaian Perayaan Pra-Nyepi

Jum'at, 08 Maret 2019 07:12 Hazna Fairuz Tradisi


 

Koropak.co.id - Hari Raya Nyepi adalah hari pergantian tahun Saka (Isakawarsa) yang dirayakan setiap tahun yang jatuh pada sehari sesudah "tileming kesanga" pada penanggal 1 Sasih Kedasa. Nyepi memiliki filosofi di mana umat Hindu memohon kepada Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk melakukan penyucian Buana Alit (manusia) dan Buana Agung (alam dan seluruh isinya).

Sebagai daerah dengan populasi umat Hindu terbesar di Indonesia, Bali merayakan Hari Raya Nyepi yang merupakan tahun baru Hindu berdasarkan kalender saka. Saat Nyepi, masyarakat Bali tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apapun, begitu juga dengan tempat wisata atau pelayanan umum semuanya ditutup, kecuali rumah sakit.

Sebelum umat Hindu di Bali merayakan Nyepi, mereka memiliki beberapa tradisi yang biasa dilakukan. Berikut adalah tradisi atau upacara yang dilakukan sebelum memperingati Hari Raya Nyepi.

1. Upacara Melasti
Upacara Melasti adalah upacara penyucian yang dilakukan 2-3 hari sebelum Hari Raya Nyepi. Masyarakat Bali akan pergi menuju sumber air seperti danau atau laut secara berkelompok atau rombongan dengan membawa perangkat peribadahan seperti pratima atau simbol Dewa yang digunakan untuk memuja Sanghyang Widhi Wasa, pralingga dan arca untuk disucikan.

Setiap kelompok juga membawa sesaji, yang merupakan bagian dari upacara melasti ini. Saat proses upacara melasti dimulai, semua perangkat peribadahan diletakkan di sebuah meja yang sebelumnya sudah disiapkan, dan upacara ini dipimpin oleh seorang pemuka agama. Setelah upacara selasai, mereka akan membawa kembali perangkat peribadahan ke pura untuk disimpan.

  

Koropak.co.id - Inilah Rangkaian Perayaan Pra-Nyepi (2)

 

Baca : Lima Tradisi Unik Saat Nyepi

2. Ogoh-ogoh
Tepat sehari sebelum Hari Raya Nyepi, masyarakat Bali akan melakukan pawai Ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh biasanya dibuat jauh-jauh hari sebelum Nyepi. Ogoh-ogoh adalah sebuah patung raksasa simbol dari Bhuta Kala yang biasa digambarkan sebagai wujud kejahatan dan menyeramkan. Di akhir parade, masyarakat membakar ogoh-ogoh untuk mengusir roh jahat agar tidak lagi mengganggu persiapan untuk perayaan Nyepi di keesokan harinya.

 

3. Puncak perayaan Nyepi
Setelah melakukan upacara melasti dan pawai ogoh-ogoh, pada keesokan harinya, Masyarakat Bali akan merayakan Nyepi. Saat Nyepi, seluruh tempat di Bali ditutup. Tidak boleh ada yang melakukan aktivitas apapun di luar rumah, itulah mengapa saat Hari Raya Nyepi, di Bali jalanan bahkan tempat wisata yang biasanya ramai pengunjung akan terlihat sepi.

Hal ini karena umat Hindu di Bali melakukan Catur Brata Penyepian. Aksi tersebut terdiri dari amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melakukan pekerjaan), amati lelanguan (menghentikan kesenangan), amati lelungaan (tidak berpergian).

 

4. Ngembak Geni
Sehari setelah Hari Raya Nyepi, masyarakat Bali akan melakukan upacara Ngembak Geni dengan bersembahyang di pura. Dalam Ngembak Geni, masyarakat diperbolehkan untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Setelah selesai, mereka akan melakukan dharma shanti, yakni ketika orang-orang saling meminta maaf dan memaafkan satu sama lain.

Itulah serangkaian upacara pra-nyepi. Selamat hari raya nyepi bagi yang merayakan.*

 

Baca : Libur Natal dan Tahun Baru? Yuk Kunjungi Objek Wisata Ini

 

Berita Terkait