Trending
Kitapak Bogor Kenalkan Alat Musik Sunda Buhun

Kitapak Bogor Kenalkan Alat Musik Sunda Buhun

Selasa, 12 Maret 2019 20:30 Dede Hadiyana Komunitas


 

Koropak.co.id - Komunitas Iket Tatar Pakuan (Kitapak) asal Bogor yang sudah eksis sejak tahun 2013 lalu, fokus terjun ke jalan menyosialisasikan kembali kebudayaan sunda yang saat ini sedang bertarung melawan budaya asing.

Sejarah awal berdirinya Komunitas Iket Tatar Pakuan ini bermula dari memperkenalkan salah satu khas kesundaan yakni Iket. Namun, seiring berjalannya waktu, komunitas ini merambah ke alat musik tradisional sunda buhun yang merupakan warisan leluhur yakni Karinding.

Dikonfirmasi Koropak, Selasa (12/3/2019), Pupuhu Kitapak, Ki Goler menuturkan, selama ini pihaknya berkegiatan rutin melalui pementasan kecil setiap Minggu pagi pada acara Car Free Day (CFD) di Lapangan Sempur Bogor, untuk sosialisasi alat tradisional sunda buhun kepada masyarakat umum.

"Dengan penampilan tersebut, kita secara tidak langsung memberitahukan kepada khalayak bahwa masih ada alat musik tradisional yang asli dari sunda yaitu Karinding yang sangat perlu dilestarikan," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Kitapak Bogor Kenalkan Alat Musik Sunda Buhun (4)

 

Baca : Hidupkan Budaya Lokal, Perangi Budaya Global


Ki Goler menjabarkan, selain Karinding, masih banyak alat musik tradisional sunda lainnya, mulai dari Celempung, Kecapi, Calung, Tarawangsa, Gongti, yang perlu perhatian untuk dilestarikan.

"Semua alat musik itu dipelajari, dimainkan, hingga dibuat oleh kami sendiri. Kami membuatnya sendiri untuk digunakan sendiri, sebagai alat peraga untuk menyosialisasikan kepada masyarakat dengan harapan masyarakat tergugah untuk bersama-sama melestarikan alat musik asli sunda ini," kata Ki Goler.

 

 

Koropak.co.id - Kitapak Bogor Kenalkan Alat Musik Sunda Buhun (5)

 

Baca : Hajat Lembur Cirangkong Berlangsung Meriah

Ki Goler menambahkan, hingga saat ini tidak ada kesulitan dalam menyebarluaskan dan memperkenalkan kembali kebudayaan sunda, khususnya alat-alat musik tradisional, sebab respons masyarakat pun menyambut baik.

"Ketertarikan membuat alat musik sendiri berawal karena rasa ingin mempertahankan alat musik tradisional sunda buhun ini agar tidak punah dimakan zaman. Karena, jika bukan kita yang melestarikan, mau siapa lagi? Kita juga harus bisa mengajarkan cara membuatnya hingga memainkannya yang kemudian melestarikannya kepada masyarakat, khususnya generasi milenial yang akan meneruskan bangsa ini ke depan," ucapnya.*

 

Lihat : Upaya Melestarikan Seni Budaya Sunda