Trending
Mieling Ngadegna Galuh Segera Digelar

Mieling Ngadegna Galuh Segera Digelar

Kamis, 21 Maret 2019 21:12 Ahmad Mukhlis Tradisi



Koropak.co.id - Mieling Ngadegna Galuh 1407, yang akan digelar di Pendopo Selagangga, Ciamis pada Sabtu (23/3/2019) merupakan momentum untuk merajut kembali persaudaraan. Penekanan lebih kepada silaturahmi dengan anak cucu keturunan Galuh.

"Kami napak tilas atas perjalanan sejarah yang telah melahirkan kita. Bersyukur leluhur Galuh telah mewariskan marwah budaya yang menjunjung nilai silaturahmi dan persatuan," ujar Ketua Panitia Mieling Ngadegna Galuh 1407, Riki Andriawan Mardjadinata, saat dikonfirmasi Koropak, Kamis (21/3/2019).

Menurut Riki, acara tersebut terbuka untuk umum. Undangan khusus organisasi dan keturunan Galuh akan datang dari berbagai daerah. Adapun konsep acara yang bisa disaksikan masyarakat umum antara lain kirab budaya, pentas seni dan budaya dan pertunjukan seni buhun.

 

Koropak.co.id - Mieling Ngadegna Galuh Segera Digelar (4)

 

"Alhamdulillah, ada beberapa kelompok seni yang akan tampil, meliputi Sari Cianjur, Garut, Banten dan Pangandaran. Galuh itu besar dan punya sejarah panjang," ujar Riki.

Menurut Riki, dengan agenda Mieling Ngadegna Galuh 1407, bisa mempersatukan anak bangsa dari berbagai turunan kerajaan. Tidak mengherankan jika Kasepuhan Cisungsang Banten Kidul dan Paguron Gajah Putih juga akan hadir.

"Mereka yang datang dari luar kota akan membawa bekal dan makanan khas daerah masing-masing. Nanti akan tukar makanan khas, agar terbangun rasa persaudaraan," kata Riki.

 

 Koropak.co.id - Mieling Ngadegna Galuh Segera Digelar (3)

 

Baca : Inilah Silsilah Penamaan Desa Sidamulih

Adapun pesan budaya untuk Indonesia, kata Riki, masyarakat adat dan budaya memiliki kekuatan bersatu tanpa ada embel-embek politik.

"Sejarah sudah membuktikan bahwa kita bisa bersatu, guyub rukun saat bicara Galuh. Karena itu, tidak boleh pakai atribut partai politik kalau mau hadir di acara Galuh, " ujar Riki.

Bangsa Indonesia masih bisa bersatu, kata Riki, karena punya akar budaya bersatu dan gotong royong. Komunitas Galuh Sadulur dan semua komunitas budaya punya akar kuat untuk bersatu.

"Kita harus kembali ke adat dan budaya leluhur. Ancaman perpecahan bangsa hanya bisa dirajut oleh ikatan nilai budaya. Boleh berbeda tapi harus punya budaya yang menjunjung tinggi persatuan," ujar Riki.*

 

Baca : SGI Upaya Melestarikan Seni Warisan Leluhur

Berita Terkait