Trending
Sarapala Komitmen Lestarikan Seni Budaya Tradisional

Sarapala Komitmen Lestarikan Seni Budaya Tradisional

Jum'at, 29 Maret 2019 15:34 Dede Hadiyana Komunitas


 

Koropak.co.id - Komunitas yang menamai dirinya Sarapala, yang memiliki sekretariat di Jalan Kayu Agung 1 C 38 Buah Batu Bandung, konsisten mengangkat seni dan kebudayaan yang ada di Tatar Sunda seperti seni silat dan seni panahan.

Dijumpai Koropak di Patempatan Abah Sancang Kabuyutan Lingga Yoni Galunggung Agung, Jumat (29/3/2019) Sesepuh Sarapala Abah Tapa Umbara menuturkan secara umum, olahraga panahan tergantung pada apa yang ada dalam hati, karena sinkronisasi antara hati dan pikiran harus searah dan satu tujuan. Jika dibandingkan dengan panahan konvensional, 80 persen panahan tradisional menggunakan rasa berbeda.

 

Koropak.co.id - Sarapala, Angkat dan Lestarikan Seni Budaya Tradisional (2)

 

Ditambahkan Abah Tapa, sejarah panahan berasal dari kata panah. Jika diartikan ke bahasa sunda yakni Manah yang mengandung arti hati atau rasa.

"Kalau Gondewa atau busur dan Jamparing atau anak panahnya hanya sebagai alat saja. Di Sarapala sendiri, dalam memanah ada teknik tersendiri yang berbeda seperti pada umumnya. Apabila dikategorikan ke dalam kategori Dinamic Archery atau teknik bergerak, baik pemanah maupun targetnya, semua bergerak," ujarnya.

Komunitas yang berdiri sejak lima tahun lalu tersebut, setiap Sabtu dan Minggu rutin beraktivitas dalam mengaji, silat, dan panahan di Panonoban atau tempat berlatih, yang ada di di Kampung Ganjen Cimacan Banjaran Bandung.

"Jadi Sabtu malam kegiatan di Panonoban mengaji dan silat. Kemudian esok harinya latihan panahan di tempat latihan memanah tepatnya di Puncak Manik Sarapala karena memang lokasinya yang berada di atas bukit," kata Abah.

 

 

Koropak.co.id - Sarapala, Angkat dan Lestarikan Seni Budaya Tradisional (3)

 

Baca : Kitapak Bogor Kenalkan Alat Musik Sunda Buhun

 

Jadi, ucap Abah Tapa, dari kegiatan mengaji, silat, dan panahan di Sarapala, semua ada korelasinya. Silat olahraga lahir, ngaji olahraga batin, dan panahan sendiri menyatukan antara keduanya. Karena, dalam kegiatan panahan dibutuhkan konsentrasi dan fokus antara hati dan pikiran.

"Konsep yang diusung dalam panahan adalah jaga manah, jaga amanah, melatih diri dan menjaga hati sebagai salah satu bentuk untuk membentengi diri dari masuknya budaya-budaya asing," ucapnya.*

 

Baca : Hidupkan Budaya Lokal, Perangi Budaya Global

 

Berita Terkait