Trending
Eksplorasi Nidah dan Kegundahan Pelacur

Eksplorasi Nidah dan Kegundahan Pelacur

Sabtu, 13 April 2019 19:12 Erni Nur'aeni Mice


 

Koropak.co.id - Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya melaksanakan bedah buku yang berjudul "Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur" karya Muhidin M Dahlan, dikupas oleh seorang seniman Bode Riswandi di RHU FKIP Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Sabtu (13/4/2019).

Dijelaskan Bode, buku tersebut memang kontroversi sebab menceritakan Nidah Kirani yang merupakan seorang muslimah yang terjerumus ke dalam kubangan dunia pelacuran, yang dimulai ketika menjadi seorang mahasiswa baru yang sedang mencari sebuah organisasi Islam sesuai dengan visinya membangun Negara Islam sesuai kaidah.

"Nidah ini muslimah yang dibekali ilmu keagamaan cukup matang sehingga ketika ia menjadi mahasiswa baru, ia mencari organisasi Islam yang memiliki visi sama," ujarnya.

Bahkan seluruh waktunya, Nindah habiskan untuk beribadah kepada-Nya serta berdzikir memuja Sang Pencipta, Nidah memilih jalan dakwah menegakan hukum Tuhan dan secara total melibatkan diri dalam aktivitas Islam politik.

"Selain beribadah, Nidah juga mengikuti aktivitas yang menurutnya sama dengan cita-citanya dalam menegakkan ukkuwah Islamiah," katanya.

Namun belum beberapa lama mengikuti organisasi tersebut, Nidah merasa adanya keganjilan dan mulai tumbuh kekecewaan dalam dirinya, sebab komunitas Islam yang sedang diperjuangkannya mengalami jalan buntu.

"Organisasi yang digelutinya itu tidak bisa memberikan jawaban yang dapat memuaskan hasrat yang diinginkannya dan ia merasa hal itu hanyalah dokrin cuci otak saja, sehingga terkesan kaku dan membelenggu," tuturnya.

Dari kegundahannya itu Nidah mulai berontak dari perkumpulannya dan kemudian bertemu seorang aktivis mahasiswa yang merupakan teman diskusi di tempat Nidah mencari ilmu, kemudian menceritakan segala keluh kesahnya mengenai organisasi yang digelutinya. Dengan sosok aktivis tersebut yang dianggap sangat heroik dalam selang beberapa hari, harkat dan martabat Nidah direnggut olehnya.

"Si aktivis ini pun merenggut kehormatan Nidah dan perlahan menghilang. Bahkan nilai-nilai agama yang dimilikinya mulai meredup," ujarnya.

Di tengah bobroknya menjadi seorang muslimah ia kemudian menukarkan hidup dan jiwanya dengan seks bebas dengan beberapa laki-laki dari berbagai kalangan, dan mengungkap topeng para aktivis yang mengatasnamakan derajat keagamaan.

"Nidah ini protes bukan hanya kepada laki-laki yang menidurinya atau organisasi Islam yang menurutnya tidak sesuai dengan harapannya, tetapi hal ini juga bentuk protes dirinya kepada Tuhannya. Sebab ketika saat dalam keadaan terpuruk ia merasa Tuhan tidak ada untuknya," ucapnya.

Hal paling sialnya lagi Nidah bertemu dengan seorang dosen yang menjadi germo dan mengenalkan dengan banyak pelanggan, salah satunya seorang anggota DPRD dari fraksi berazas Islam. Dari tubuh Nidah sendiri dapat disimpulkan bahwa saat ini masih banyak orang yang berpikir picik bahwa seseorang tidak akan melakukan hal negatif tanpa mengetahui penyebabnya.

 

Koropak.co.id - Eksplorasi Nidah dan Kegudahan Pelacur (2)

 

"Dapat dilihat bahwa di dalam tubuh seorang Nidah Kirani menemukan banyak sekali definisi terhadap pelacur yaitu ada pelacur profesi, pelacur intelektual, pelacur gerakan, pelacur politik dan lainnya. Bagi teman-teman yang senang menulis, gagasan itu akan menjadi sesuatu yang bercahaya jika mengembangkan sudut pandang dunia pelacur. Siapapun yang akan menulis hal ini, tidak harus senantiasa mengekploitasi kepelacurannya tetapi eksplorasi dari sudut apa yang ditulis," kata Bode.*

 

Baca : Novel Jais Darga Menginspirasi Kaum Hawa

Baca : Kupas Novel Jais Darga, Berikan Kesan Bermakna

 

Berita Terkait