Trending
Munggahan, Tradisi Masyarakat Jelang Puasa

Munggahan, Tradisi Masyarakat Jelang Puasa

Minggu, 05 Mei 2019 14:19 Dede Hadiyana Tradisi


 

Koropak.co.id - Menyambut bulan suci Ramadan, banyak umat muslim di Indonesia yang memiliki tradisi unik. Salah satunya yakni tradisi munggahan. Istilah munggahan sendiri berasal dari kata munggah yang artinya naik dan tradisi tersebut sangat melekat di masyarakat Jawa Barat.

Selain ungkapan rasa syukur dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadan yang penuh rahmat ini, dengan kata naik tersebut memiliki arti naiknya perasaan seseorang mengawali bulan puasa dengan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Pada pelaksaannya, munggahan dilakukan sehari sebelum puasa dengan melakukan makan dan doa bersama keluarga, kerabat, dan tetangga yang bertujuan mempererat tali silaturahmi. Selain itu, munggahan juga merupakan sebuah sarana dalam mempertahankan nilai toleransi, tenggang rasa, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan antar sesama.

 

Koropak.co.id - Munggahan, Tradisi Masyarakat Jelang Puasa (3)

 

Baca : Sejarah Islam Masuk Ke Tatar Pasundan

Tradisi yang dilestarikan secara turun temurun dan dilakoni oleh masyarakat sunda, namun sebagai informasi terdapat beberapa bentuk pelaksanaan yang berbeda-beda dari kota satu ke kota lainnya di Jawa Barat.

Akan tetapi, perbedaan tersebut tidak sama sekali mengurangi makna dan tujuan dari tradisi ini. Karena pada prinsipnya, tradisi munggahan memiliki kesamaan yakni berkumpul bersama anggota keluarga, bersilaturahmi, berdoa bersama, serta makan sahur bersama.

Istilah munggahan juga sering disebut dengan istilah "Botram". Istilah tersebut mengandung arti sama hanya saja ada sedikit perbedaan yakni tempat berkumpul dengan suasana lain seperti di pantai, pegunungan, sawah, bukit. Bahkan, seiring berkembangnya zaman, tidak sedikit yang memilih lokasi ke tempat objek wisata sebagai sarana dalam menjaga keharmonisan dan kedekatan antar anggota keluarga.*

 

Baca : Ngikis, Budaya Buhun Sambut Ramadan