Trending
Petra, Kota Hilang di Tanah Yordania   

Petra, Kota Hilang di Tanah Yordania  

Kamis, 16 Mei 2019 19:26 Rizal Amirullah destinasi


 

Koropak.co.id - Jika Anda berniat berkunjung ke Yordania, jangan lupa mampir ke Petra, sebuah kota hilang selama berabad-abad. Petra merupakan salah satu harta peninggalan sejarah di Yordania, yang tersembunyi di balik bebatuan tebing cadas setinggi 40 meter.

Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean yang didirikan 9 tahun sebelum masehi sampai tahun ke-40 Masehi oleh Raja Arteas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir

Kehebatan suku Nabatean terletak pada kecanggihannya membangun dan merancang saluran air. Lebih dari 2.000 tahun lalu, di Petra telah dibangun DAM dan lubang parit sebagai saluran air sehingga memungkinkan orang bisa hidup di daerah tandus atau gurun pasir seperti Petra.

Abad pertama, kerajaan Nabatean menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Kala itu Petra berpenduduk 30 ribu orang. Tahun 106 masehi, Romawi menguasai Petra. Di bawah pimpinan Kaisar Trajan, Petra mengalami pertumbuhan pesat. Arsitektur di Petra pun banyak terpengaruh arsitektur Romawi.

 

Koropak.co.id - Petra, Kota Hilang di Tanah Yordania (3)

 

Tahun 363 masehi, terjadi gempa bumi dahsyat yang menghancurkan banyak bangunan di Petra. Demikian pula dengan saluran air yang merupakan objek vital kota Petra. Sejak bencana tersebut, Petra pun perlahan ditinggalkan.

Pada abad 7 masehi, Islam hadir. Di abad 14, Nabi Harun menginjakan kaki di Yordania ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari kejaran Raja Fir'aun di Mesir. Kentalnya Petra dengan nuansa Islami diperkuat dengan sejarah yang menyatakan saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad SAW pernah berkunjung ke pegunungan Petra bersama pamannya.

Di abad ke-12, setelah Perang Salib, Petra sempat menjadi kota yang hilang 500 tahun lamanya. Hanya penduduk lokal bersuku Badui yang mengetahuinya. Petra kembali ditemukan pada tahun 1812 ditemukan oleh pengembara dari Swiss, Johanes Ludwig Burckhardt, dan penggaliannya mulai tahun 1929.

 

Koropak.co.id - Petra, Kota Hilang di Tanah Yordania

 

Baca : Oman, Negeri Nabi Ayub AS Bersemayam

Petra adalah sebuah perkampungan penduduk yang berjajar di dinding tebing batu yang dengan ukiran yang sangat spektakuler, dan sampai sekarang bentuk bangunan rumah serta ukirannya banyak mengilhami arsitektur rumah atau gedung zaman sekarang.

Petra tercatat di UNESCO sebagai "The New Seven Wonders of The World" karena bangunan megah dengan arsitekturnya yang dahsyat. Selain itu, pembuatan dam dan saluran irigasi yang sangat rumit di sudut kota Petra, juga menjadi pendorong masuknya Petra dalam 7 keajaiban dunia versi terbaru.

Selain menjelajah keelokan Petra, Koropak pun berkesempatan mendapatkan penjelasan sejarah tentang kota hilang tersebut dari seorang sejarawan Inggris, Vivian yang mendampingi Koropak selama ekspedisi di Petra pada awal Mei 2019 lalu.

 

Koropak.co.id - Petra, Kota Hilang di Tanah Yordania (4)

 

Baca : Mumbai, Markas Raksasa Industri Filem Bollywood

Dijelaskan Vivian, dahulu kala, jauh sebelum abad 7, diperkirakan penduduk Arab migrasi ke Petra, yang kemudian berpindah ke daerah utara Palestina. Mereka mempunyai kebiasaan mengembara dan berpindah tempat.

"Petra mempunyai bangunan berbentuk satdium dengan kapasitas 6.000 orang. Di area Petra juga terdapat 26 djin block, yaitu balok batu besar sebagai sarana kehadiran Tuhan mereka," kata Vivian

Di Petra, juga terdapat Kazneh, yakni bangunan rumah batu yang dibangun pada abad 1, dan dipercaya diperuntukkan bagi Raja Aretas III. Tinggi bangunan tersebut mencapai 40 meter dengan lebarnya 28 meter, memiliki 2 lantai dan 6 ruangan, yang salah satu ruangannya tersimpah patung anak Tuhan Zeus.

"Di bangunan lainnya terdapat patung Greek Aphrodite yang bernama Al-Uzza, yakni Tuhan besarnya di Petra. Lebih hebatnya lagi, semua perjalanan sejarah Petra tertulis di dinding batu sehingga memudahkan dalam pengungkapan sejarah Petra," ujar Vivian.*

 

Baca pula : Menelisik Singapura dan Ragam Budaya Penduduknya

 

Berita Terkait