Trending
Keraton Kasepuhan Cirebon, Riwayatmu Dikenal Dunia

Keraton Kasepuhan Cirebon, Riwayatmu Dikenal Dunia

Jum'at, 17 Mei 2019 04:59 Rizal Amirullah Legenda


 

Koropak.co.id - Legenda tentang kebesaran Sunan Gunung Jati dikenal oleh berbagai kalangan. Bahkan, begitu hebatnya pengaruh dan kekuasaan pada masa kejayaan Sultan Cirebon, menarik minat sejarahwan untuk mempelajari, dan mencuri perhatian mancanegara.

Saat melakukan ekspedisi, Kamis (16/5/2019) Koropak ditemani Ferry sebagai Pemandu Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon. Ferry yang juga masih kerabat keraton, bercerita tentang asal usul berdirinya Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Keraton Kasepuhan Cirebon didirikan pada tahun 1529 oleh Sunan Gunung Jati di atas tanah seluas 25 hektare yang dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari bata kuta kosod, yaitu bata merah yang dibuatnya dengan cara manual, yakni digosok. Konon merekatkan batanya pun dilakukan dengan putih telur dan gula merah," ujar Ferry.

Di lokasi yang sama, kata Ferry, sebetulnya sudah ada keraton yang dibangun oleh Pangeran Walang Sungsang, yang letaknya persis di samping Keraton Kasepuhan Cirebon. Walang Sungsang sendiri merupakan putra Prabu Siliwangi, yang tidak lain kakek dari Sunan Gunung Jati.

 

Koropak.co.id - Keraton Kasepuhan Cirebon, Riwayatmu Dikenal Dunia 1

 

Walaupun Pangeran Walang Sungsang merupakan putra seorang raja yang sangat hebat, tapi Pangeran Walang Sungsang mempunyai ahlak yang mulia, dan tidak haus kekuasaan. Oleh sebab itu tidak sedikit nama panggilan lain yang disematkan oleh masyarakat kepada Pangeran Walang Sungsang, mulai dari Kuwu Sangkan, hingga Cakra Buana.

"Bukti lain dari kemulyaan ahlak Walang Sungsang adalah diserahkannya tahta kerajaan kepada keponakannya, yaitu Sunan Gunung Jati," kata Ferry.

Dari Keraton Kasepuhan Cirebon, dahulu bisa terlihat Pelabuhan Cirebon yang dulunya dikenal dengan nama Pelabuhan Tanjung Mas.

"Kemudian nama pelabuhan itu dipakai nama pelabuhan di Semarang. Keraton Kasepuhan Cirebon juga memiliki alun-alun yang sangat luas, yang dahulu kala berfungsi sebagai sarana latihan perang para prajurit keraton," ucap Ferry.

 

Koropak.co.id - Keraton Kasepuhan Cirebon, Riwayatmu Dikenal Dunia 3

 

Baca : Inilah Silsilah Penamaan Desa Sidamulih

Di dalam keraton, lanjut Ferry, terdapat mande-mande seperti bangunan gazebo yang masing-masing memiliki fungsi dan nilai filosofis yang tinggi seperti Mande Malang Sumirang yang mempunyai 6 tiang utama dan 20 tiang penyangga.

"Jumlah tiang tersebut menggambarkan Rukun Iman. Arti filosofinya, manusia itu tidak sempurna, karena kesempurnaan adalah milik Allah SWT. Selain Mande Sumirang, adapula Mande Pandawa dengan tiang penyangga 5 yang memiliki arti filosofis Rukun Islam," katanya.

Selanjutnya, Mande Semar Tinandu dengan dua penyangga yang menggambarkan dua kalimat syahadat. Serta Mande Pengiring dengan 8 tiang penyangga, yaitu tempat membunyikan alat musik pengiring Sekatenan.*

 

Baca : Legenda Pangeran Papak Cinunuk Garut