Trending
PKL Kota Tasikmalaya Kebanjiran Rejeki

PKL Kota Tasikmalaya Kebanjiran Rejeki

Rabu, 29 Mei 2019 21:40 Erni Nur'aeni belanja



Koropak.co.id - Hari Raya Idulfitri tinggal sepekan lagi, masyarakat mulai sibuk untuk mempersiapkan perayaan setahun sekali ini, termasuk membeli pakaian baru, membuat kue lebaran, hingga berbenah dekorasi rumah.

Namun bagi kalangan pedagang, momentum jelang lebaran ini justru menjadi ladang berkah mencari rezeki. Seperti para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan Hz Mustafa Kota Tasikmalaya. Meskipun berdagang di badan jalan ramai yang terkadang membuat macet, namun para pedagang merasa untung berjualan di jalur pusat Kota Tasikmalaya itu.

Dijumpai Koropak, Rabu (29/5/2019), seorang pedagang jeans yang ikut serta berjualan di Jalan HZ Mustofa, Ade menuturkan pada hari biasa, ia berdagang di Tanah Abang Jakarta. Di momentum menjelang Idulfitri tersebut, ia mencoba menjajakan produknya di Kota Tasikmalaya.

"Kalau hari-hari biasa jualannya di Tanah Abang namun karena ada lapak di sini, jadi kami ikutan berdagang di sini," katanya.

Katanya, ia biasa menjual dagangannya dari mulai Rp 120.000 sampai Rp 150.000. Produk yang dijajakannya pun bermerk, meskipun dijual secara sistem kaki lima.

"Meskipun berjualan di jalan, namun kualitas produk yang kita tawarkan tidak kalah dengan produk di toko," katanya.

Sama halnya dengan Nia, karyawan dari produk gamis dan bordir. Dijelaskan Nia, barang yang dijajakannya relatif terjangkau, mulai dari Rp 30.000 sampai Rp 500.000 dengan kualitas bersaing.

"Lumayan ngereuyeuh, karena kalau baju itu kan berkaitan dengan selera. Kita juga tawarkan produk dengan harga Rp 400.000 berbahan bordir bikinan sendiri," kata Nia.

 

Koropak.co.id - PKL Kota Tasikmalaya Kebanjiran Rejeki (3)

 

Baca : H-7 Lebaran, Lingkar Gentong Masih Lengang

Bukan hanya pedagang pakaian dan celana saja, pedagang asesoris pun ketumpahan rejeki sebab baru dua hari berjualan sudah mendapatkan hasil dua kali lipat dari biasanya. Seperti seorang penjual asesoris hijab, Ahmad.

"Alhamdulillah penghasilannya dua kali lipat dari biasanya. Banyak juga yang memborong, kalau yang saya jual, modelnya setiap minggu diganti sehingga pembeli tidak bosan," ujar Ahmad.

Kata Ahmad, untuk berjualan di sekitaran Jalan HZ Mustofa, ia harus menyewa lapak ke Karang Taruna Pataruman seharga Rp 350.000 per 10 hari. Namun ia tidak keberatan, justru dengan adanya lapak tersebut, ia mengaku cukup terbantu.

"Kita diberi waktu sampai 10 hari berjualan disini, karena ini jalur Dishub, jadi Karang Taruna Pataruman meminta izin ke Dishub dan Satpol PP," ujarnya.*

 

Baca : WOM Finance Berbagi Peduli Anak Yatim

 

Berita Terkait