Trending
Bambu Gila, Nostalgia Seni Magis Padepokan Padjadjaran Pusat

Bambu Gila, Nostalgia Seni Magis Padepokan Padjadjaran Pusat

Selasa, 23 Juli 2019 00:31 Dede Hadiyana Tradisi



Koropak.co.id - Padepokan Perguruan Pencak Silat Padjadjaran Pusat mempersembahkan beragam atraksi seni budaya dalam gelaran Tasik Motekar 2019 yang dihelat di Lapangan Gebu, Kompleks Gedung Bupati Tasikmalaya, Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (22/7/2019).

Dalam pertunjukannya, Padepokan Padjadjaran Pusat menampilkan atraksi Bambu Gila, Sampiong, Debus, hingga aksi potong lidah.

Tak ayal, atraksi magis ini mengundang atensi masyarakat yang memadati area acara. Bahkan, masyarakat berebut untuk mencoba tenaga magis dari bambu gila. Lebih dari 15 orang mencoba melawan tenaga alam yang tertanam dalam bambu gila.

 

Koropak.co.id - Bambu Gila, Nostalgia Seni Magis Padepokan Padjadjaran Pusat (1)

 

 

Baca : Museum Keliling Jadi Magnet Pengunjung Tasik Motekar 2019

 

Sekretaris Jenderal Padepokan Padjadjaran Pusat, Ipin Arifin menuturkan dalam Tasik Motekar 2019 menampilkan atraksi budaya yang beda dari biasanya.

"Kami memberikan penampilan bukan sekedar pencak silat, namun atraksi yang mengandung unsur magis, yakni Sampiong dan bambu gila. Ini merupakan bentuk persembahan kami dalam memeriahkan Hari Jadi ke-387 Kabupaten Tasikmalaya," katanya.

Dijelaskan Ipin, Sampiong merupakan kesenian hiburan dari masa lampau, yang dimainkan para jawara dalam rangka adu kekuatan menggunakan media rotan, kemudian dicambukan ke lawan, dan siapa yang kuat dia yang hebat.

"Sedangkan bambu gila merupakan atraksi dengan media bambu yang mengandung energi alam. Jadi para pemain bambu gila beradu kekuatan dengan tenaga manusia," katanya.

 

Koropak.co.id - Bambu Gila, Nostalgia Seni Magis Padepokan Padjadjaran Pusat (1)

 

Baca : Sentil, Mirisnya Ketidakpedulian Lingkungan, Budi Cilok Guncang Tasikmalaya

 

Diharapkan Ipin, ke depan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat lebih memperhatikan dan mengangkat budaya yang ada di Tasikmalaya, agar lebih maju dan bisa tembus ke kancah internasional.

"Dalam waktu dekat, kami akan menggelar pelatnas Padepokan Padjadjaran se-Indonesia, yang akan turut dihadiri cabang Padepokan Padjadjaran dari luar negeri. Rencananya akan dilangsungkan pada November 2019 di Pusdiklat Padjadjaran Cipatujah, Kabipaten Tasikmalaya," ujarnya.

Sementara itu, selain pertunjukan dari Padepokan Padjadjaran Pusat, dalam gelaran Tasik Motekar 2019 yang mengangkat tema "Mulasara Babad Wirawangsa", di hari ke-3 pelaksanaan, Senin (22/7/2019) digelar serangkaian acara, mulai dari Galang Donasi dari Dompet Dhuafa "Peduli Maluku", atraksi Pencak Silat, Lais dan Beluk dari Lingkung Seni Gentra Sukapura, Tasik Beatbox, serta band performance dari Ridwan Cs dan Guest Start Nakturno Band.*