Trending
Satu Jam Sastra Beri Ruang Bagi Para Penyair Puisi di Kota Tasikmalaya

Satu Jam Sastra Beri Ruang Bagi Para Penyair Puisi di Kota Tasikmalaya

Kamis, 22 Agustus 2019 20:44 Erni Nur'aeni Mice


 

 

Koropak.co.id - Memperingati ulang tahun ke-3  komunitas Satu Jam Sastra, digelar pentas hiburan yang dilangsungkan di Alun-Alun Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (21/8/2019) malam. Tidak hanya puisi, turut digelar berbagai suguhan hiburan menarik lainnya dari beberapa komunitas yang turut berpartisipasi, seperti salah satunya Badut Galeri Tasik (BGT).

Koordinator kegiatan, Sahaya Santayana mengatakan kegiatan Satu Jam Sastra ini merupakan perayaan HUT Komunitas Satu Jam Sastra ke-3 sejak berdiri pada 2017.

"Komunitas Satu Jam Sastra merupakan komunitas para penyair puisi di Kota Tasikmalaya. Berdasar pengamatan, antusias membaca puisi di Kota Tasikmalaya cukup tinggi yang diukur dari animo peserta dalam setiap gelaran perlombaan puisi," katanya.

Namun sayang, kata Sahaya, belum ada wadah untuk menyalurkan minat berpuisi, seperti halnya Satu Jam Sastra yang digelar setiap seminggu sekali.

"Kebanyakannya kegiatan lomba puisi diadakan pada bulan-bulan tertentu seperti Bulan Bahasa," ujarnya.

Adanya pentas-pentas puisi, ujar Sahaya, juga menjadi upaya untuk memanusiakan penyair dengan membaca dan mengekspresikan karya-karyanya.

 

 

 

Koropak.co.id - Satu Jam Sastra Beri Ruang Bagi Para Penyair Puisi di Kota Tasikmalaya (1)

 

Baca : Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya Hadirkan 6 Etnis Di Kibar Budaya 2019

 

"Pentas puisi juga menjadi ruang pembelajaran, ruang ekspresi dan melatih mental sehingga para penyair bisa bebas berkreasi," kata Sahaya.

Ditambahkan Sahaya, julukan Kota Tasikmalaya sebagai Kota Pusi dan Penyair juga harus digalakan sehingga menjadi semangat untuk meluaskan tingkat pengetahuan masyarakat tentang perkembangan puisi di Kota Tasikmalaya.

"Agar puisi senantiasa lestari, pentas-pentas puisi haruslah senantiasa diadakan. Terlebih lagi, tujuanna untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat bahwa Kota Tasikmalaya sangat kaya akan penyair," katanya.*

 

Baca Juga : Seni, Tradisi dan Teknologi Harus Saling Berdampingan