Trending
Berbagai Komunitas di Kota Tasikmalaya Meriahkan Satu Jam Sastra

Berbagai Komunitas di Kota Tasikmalaya Meriahkan Satu Jam Sastra

Jum'at, 23 Agustus 2019 08:46 Erni Nur'aeni Mice


 
Koropak.co.id - Peringatan HUT ke-3 Komunitas Satu Jam Sastra yang digelar di Alun-Alun Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (21/8/2019) malam, berbagai komunitas mulai tari, badut, sulap dan monolog tampil memeriahkan acara.

Kepada Koropak, Koordinator kegiatan Sahaya Santayana mengatakan melalui pentas lintas komunitas tersebut, pihaknya ingin mempererat silaturahmi antar komunitas yang ada di Kota Tasikmalaya.

"Bahkan ke depan, kita ingin dalam pentas puisi, turut tampil berbagai komunitas dengan unjuk kreasi masing-masing sehingga kian mewarnai pentas puisi," katanya.

 

Koropak.co.id - Berbagai Komunitas di Kota Tasikmalaya Meriahkan Satu Jam Sastra (2)

 

Baca : Pementasan Teater Jadi Ajang Silaturahmi Seniman

 

 

Perwakilan Badut Galeri Tasik (BGT) Andy Kusmayadi yang akrab disapa Andy Otot mengatakan pentas yang digelar Komunitas Satu Jam Sastra merupakan salah satu upaya untuk menggugah spirit para seniman agar dapat bersinergi.

"Kegiatan yang digelar Komunitas Satu Jam Sastra ini sangat bagus karena ini menjadi salah satu ruang ekspresi yang unik, yang menjadi media silaturahmi dengan berbagai komunitas," katanya.

 

Koropak.co.id - Berbagai Komunitas di Kota Tasikmalaya Meriahkan Satu Jam Sastra (3)

 

Baca : Teater Api Indonesia Dongkrak Spirit Nasionalisme

Salah seorang penggiat puisi, Sherin mengaku di acara tersebut, ia dapat mengekpresikan kondisi dan siklus yang dialaminya melalui puisi yang dibacanya.

"Dari dulu senang dengan puisi karena saya dapat mengekspresikan kondisi saya melalui puisi, misalnya sedang sedih, ataupun senang," katanya.

Salah seorang penggiat seni tari Verry menuturkan meskipun ia tidak dapat mengekspresikan melalui suara namun melalui seni tari bisa menyampaikan makna dari puisi tersebut.

"Saya tidak bisa mengespresikan melalui suara namun saya dapat memberikan ekspresi yang didapat dari puisi, karena berkesenian membutuhkan rekan sesama seniman untuk mengeksplor ke khalayak," ujarnya.*

 

Baca Juga : Penonton Terpukau Nikmati Silaturahmi Kesenian