Trending
Wisata Ziarah Pamijahan Tasikmalaya

Wisata Ziarah Pamijahan Tasikmalaya

Rabu, 07 Februari 2018 07:08 Eris Kuswara destinasi


Dikunjungi Wisatawan Religi dari Penjuru Indonesia

 

Koropak.co.id- Tasikmalaya, kota yang terkenal sebagai Kota santri dengan beberapa tempat wisata yang unik. Pasalnya, di kota santri ini terdapat Makam Syekh Abdul Muhyi yang merupakan obyek ziarah utama di seluruh situs Pamijahan. Lokasinya berada di Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Menurut beberapa sumber, Di gua pamijahan ini terdapat lorong yang tembus menuju Mekkah yang terletak di tebing sebelah utara Cipamijahan, makam ini seolah berada di atas bukit yang dikelilingi hamparan sawah yang subur.

Berbeda dengan komplek makam lain, makam Syekh Abdul Muhyi mendapat perlakuan sangat khusus dari masyarakat sekitar. Bangunannya pun sangat megah dari yang terbuat dari beton permanen. Juga tersedia berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas berziarah seperti masjid, kolam, dan sarana air bersih serta tempat-tempat yang dapat digunakan para peziarah melakukan dzikir. Konon, tempat ini adalah tempat yang paling ditaati bagi pengunjung.

 

Wisata Ziarah Pamijahan Tasikmalaya

 

Selain tempat berziarah, sekitar 2 km dari makam Syekh Abdul Muhyi, terdapat Gua Sapawardi. Gua ini terbentuk secara alamiah. Gua tersebut memiliki 2 pintu, tetapi secara tradisional, jalur yang dianggap pintu masuk terletak di sebelah tenggara tepatnya di Kampung Pamijahan. Sementara pintu keluar ada di sebelah barat laut tepatnya Kampung Panyalahan. Di gua tersebut memiliki ruangan yang cukup luas dapat menampung puluhan orang.

Di sepanjang jalan gua ini, nampak langit-langit gua yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit. Di dalam gua terdapat sebuah lokasi yang biasa digunakan sebagai pangtapaan/ tempat bertapa. Tempat ini menjadi lokasi pertama dalam proses ziarah ke dalam gua. Setelah keluar dari pangtapaan, orang dapat mengunjungi ceruk kecil dari bawah tanah ditandai sebagai air zamzam.

Tempat ini memberi dampak positif bagi warga sekitar. Kedatangan wisatawan dari seluruh penjuru Indonesia dimanfaatkan warga setempat untuk berdagang menjual berbagai barang, mulai dari souvenir gantungan kunci, pakaian, hingga aksesoris.*

 

Berita Terkait