Trending
Inilah Tradisi Perayaan Tahun Baru Islam di Berbagai Daerah di Indonesia

Inilah Tradisi Perayaan Tahun Baru Islam di Berbagai Daerah di Indonesia

Minggu, 01 September 2019 21:51 Hazna Fairuz Tradisi


 

Koropak.co.id - Tahun baru Islam yang jatuh pada Minggu (1/9/2019), disambut sukacita oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Bahkan, di Indonesia yang kaya akan ragam budaya, masyarakat beradu kreasi menciptakan tradisi unik untuk merayakan tahun baru Islam tersebut. Seperti apa keunikan perayaan Tahun Baru Islam, Koropak telah merangkum tradisi unik perayaan Tahun Baru Islam dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

1. Mubang Beteng
Tradisi ini merupakan simbol refleksi dan introspeksi diri orang Jawa pada malam 1 suro yang dirayakan di Yogyakarta. Ratusan abdi dalem mengelilingi Keraton Yogyakarta dan diikuti oleh warga. Selama mengelilingi Keraton, mereka harus melakukan tapa bisu serta tidak makan, minum, atau merokok. Jarak yang ditempuh kurang lebih 5 km.

 

Baca : Bupati Ciamis Ajak Warga Maknai Tahun Baru Islam Untuk Introspeksi Diri

2. Upacara Tabot
Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Bengkulu untuk mengenang kepahlawanan serta meninggalnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali Abu Thalib. Upacara ini terpengaruhi oleh upacara Karbala di Iran. Masyarakat percaya, apabila perayaan Tahun Baru Islam ini tidak mereka selenggarakan maka musibah dan malapetaka akan menimpa mereka.

3. Kirab Kebo Bule
Kirab Kebo Bule merupakan tradisi yang dilakukan warga Surakarta. Dalam tradisi Tahun Baru Islam, beberapa ekor kebo bule atau kerbau berwarna putih diarak keliling kota. Masyarakat Surakarta percaya bahwa kerbau ini merupakan turunan kebo bule Kyai Slamet dan dianggap keramat.


Baca : Festival Muharam Dorong Terwujudnya Daya Tarik Wisata Kabupaten Garut

4. Nganggung
Tradisi ini dirayakan oleh umat muslim di Bangka Belitung. Nganggung yang artinya makan bersama. Warga akan menggelar acara dimana mereka akan makan bersama-sama. Warga akan menggelar acara dimana mereka semua akan makan-makan, layaknya idul Fitri dan idul adha.

5. Ngadulag
Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sukabumi, Jawa Barat. Tradisi dirayakan dengan lomba seni menabuh bedug yang diikuti oleh mayoritas warga. Dalam lomba ngadulag, satu tim minimal terdiri dari 3 pemain. Masing-masing berperan sebagai pemukul bedug, pemukul kohkol dan pemukul alat tambahan lainnya.*


Baca : Ribuan Warga Ciamis Lantangkan Tauhid di Malam Tahun Baru Hijriah

Berita Terkait