Trending
Dramatisasi Puisi di Kibar Budaya, Inovasi Sebuah Pentas Puisi

Dramatisasi Puisi di Kibar Budaya, Inovasi Sebuah Pentas Puisi

Kamis, 26 September 2019 16:20 Erni Nur'aeni Mice



Koropak.co.id - Rumpun Sastra Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) akan menggelar Dramatisasi Puisi di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Sabtu (28/9/2019) dalam rangkaian acara Kibar Budaya 2019.

Dikonfirmasi Koropak, Kamis (26/9/2019) Koordinator Rumpun Sastra Mufidz At-thoriq mengatakan Rumpun Sastra bekerjasama dengan Komunitas Ngaos Art untuk bidang pementasan. Untuk Kibar Budaya tahun 2019 ini, pihaknya tidak hanya sekedar menghadirkan pementasan namun akan melaksanakan workshop dengan pemateri yang kompeten di bidangnya.

"Untuk tahun ini akan dilaksanakan dua kegiatan yaitu memberikan pemahaman secara materi dan pemahaman secara praktek, sehingga nanti para peserta atau apresiator tidak hanya mendapat pengalaman tontonan, namun juga edukasi tuntuan soal dramatisasi puisi," katanya.

Dikatakan Thoriq, workshop dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama Workshop Kritikus Puisi dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB yang akan membahas mengenai kritik sastra dengan pemateri asal Bandung yaitu Zulfa Nasrulloh. Hal ini dimaksudkan agar para generasi muda dapat termotivasi menjadi seorang kritikus puisi yang keberadaanya saat ini sangat jarang.

"Sebetulnya kritikus Tasikmalaya masih produktif, hanya regenerasinya sangat jarang. Oleh sebab itu kami akan menghadirkan kritikus muda yang akan memotivasi mereka," katanya.

 

Koropak.co.id - Dramatisasi Puisi di Kibar Budaya, Inovasi Sebuah Pentas Puisi (2)

 

Baca : Miniatur Budaya Etnis Indonesia Hadir di Kibar Budaya

Kemudian dilanjutkan dengan Workshop Dramatisasi Puisi dengan narasumber Ab Asmarandana yang akan membahas cara-cara membuat dramatisasi puisi.

"Puisi itu dapat dibuat apapun, seperti musikalisasi ataupun menjadi pentas drama. Nanti kami akan bahas dalam workshop," katanya.

Pementasan Dramatisasi Puisi dalam rangkaian Kibar Budaya akan digelar pada Sabtu (28/9/2019) dan membawakan naskah puisi dari Joko Pinurbo yang berjudul "Lupa'.

"Dipilihnya naskah 'Lupa' karena menurut kami konteks naskah tersebut sangat dekat dengan kehidupan, diharapkan dari semua rangkaian kegiatan tersebut penonton selain dapat menikmati pentas, juga dapat menyerap materi workshop yang akan menjadi pengalaman serta pengetahuan baru," katanya.*

 

Baca : Komunitas Ngaos Art Akan Pentaskan Naskah "Lupa"

 

 

Berita Terkait